Langsung ke konten utama

The Power of Sounding

Pagi tadi kehidupan dimulai dengan sebuah tangan mungil menepuk lembut pipiku. "Mah, bangun yuk!" Suara imut itu keluar dari mulut imut (yang kalau menangis tetep, keraaaas) itu. He'em,, si orel. Hihihi. 

Abis subuhan, si orel ngedot, mamahnya ngopi, papahnya minum susu. Sambil leha-leha nonton film kartun. Ahh indahnya 🌈 hahaha. Dengan begini, sangat mempengaruhi mood seharian nanti agar stabil di fase kegembiraan. Sehingga ucapan have a nice day itu benar-benar terjadi. Aamiin. 

Setelah siapin sarapan dan papahnya siap-siap ngantor, dimulailah sounding kepada si orel. Biar lebih fun, pake metode pinky promise bilang "nanti kerja sama yang bagus ya! Waktunya mandi ya mandi, sikat gigi, maem ya harus nurut, main ya main, liat hp ya liat hp. Waktunya bobo siang ya bobo! Ya? Ya? Ya? Janji yaaa!" Dan ada sautan semangat "iyaaaa janjiiiii, yeaaaay".

Waktunya papah berangkat, mamah dan orel nganter sampe luar, dadah dadah, nutup gerbang, dan lari pagiiii.. Sambil berjemur. Senengnyaaa. Habis lari-larian, orel istirahat bentar, aku goreng jamur. Dilanjut mandiin orel. Alhamdulillah nurut. No drama. Abis mandi terus maem. Alhamdulillah maemnya buanyaaak. Nambah nambah mulu. Yesss! Anak pintaaar. Dan pagi menjelang siang ini, jam 11 dia udah ngantuk tuh, bobo siang deeeh. Alhamdulillah, waktunya me time nih 😄

Oh iya, untuk sounding ini dilakukan berulang-ulang dengan berbagai metode, misal dengan nyanyian, atau dongeng sebelum bobo, dll yang anak akan suka. Jadi nggak usah deh mamah tereak-tereak, maksa-maksa anak, anak jadi tantrum. Ada juga sih cara yang lebih keren. Bicara qolbu ke qolbu. Selalu bawa dalam doa. Yakin,, apa yang kita mau, anak akan nurut. 

Huwaaaw, seru ya dunia parenting itu. Rasanya nano nano. Bukan cuma anak yang belajar menjadi manusia, tapi emaknya juga belajar menjadi seorang ibu, bapaknya juga belajar menjadi bapak. Tetangga juga belajar jadi tetangga. Pak RT juga tuh, belajar ya pak! Wes pokoke, semua belajar. Hahaha mulai ngaco. 

Gitu lah intinya. 

Aduh gaes, kyaknya aku udah mulai kumat nih. Dah dulu yaa. 

Bhaaaaayy!!



Komentar

Postingan populer dari blog ini

KURETASE

Duluuu aku pernah denger kata kuret. Dari cerita-cerita yang ku dengar itu aku menyimpulkan bahwa kuret adalah tragedi horor yang mengerikan, menyakitkan, sadis, dramatis, melankolis, imbas imbis. Pada suatu ketika aku hamil, aku suka sekali baca-baca info kehamilan. Salah satu forum kehamilan ada yang menceritakan pengalamannya kuret. Dan aku biasa aja, sambil khawatir dan takut kalau itu terjadi padaku. Ku terus berdoa semoga kehamilanku sehat. Di hari minggu yang sepoy sepoy manja, aku di rumah sendirian. Wah jarang-jarang nih ada kesempatan nikmatin me time . Pas mau pipis, aku kaget, kok ngeflek? Langsung WA temen-temen, what shoud I do ? Disuruh tiduran aja. Salah satu temen yang rumahnya cuman di sebelah malah panik, langsung nganter aku ke rumah sakit. Langsung cus IGD. Setelah diperiksa, dokter menyarankan untuk kuret. Whoaaaa.. Apa yang aku takutkan akan terjadi. Hemk.. Tapi aku pulang aja dulu, karena aku tidak merasakan kesakitan apapun. Dalam perjalanan pulang, temenku me

THE POWER OF AFFIRMATIONS

This is a story about my second pregnancy. Setelah mengetahui aku hamil lagi (meskipun sudah pernah hamil dan melahirkan) aku mulai cari-cari info seputar kehamilan. Sampai suatu hari aku menemukan ilmu keren, yaitu   tentang afirmasi. Setiap pagi aku selalu mengucapkan afirmasi positif untukku dan janinku. Mengingat kehamilan pertamaku yang full of drama , terutama pas trimester pertama yang lumayan traumatik membuatku semangat untuk selalu afirmasi bahwa kehamilan ini aku dan janinku sehat, tidak pake acara mabok, senantiasa bugar dan bertenaga serta ceria. Mueheheee.. Hasilnya? Ajaib! Sama sekali aku tidak mengalami mabok. Mual pun tidak, tetap doyan makan, hanya saja masih suka lemes dan pusing biasalah. Hingga akhirnya aku mengalami perdarahan. Nggak tau tuh tiba-tiba aja gitu.tapi sama sekali tidak sakit. Aku masih bisa cengengesan, padahal orang-orang di sekitarku panik. Sekali lagi, karena aku selalu ucapkan afirmasi, masuk ke otak, dan otomatis alam bawah sadarku ikutan memb

Spaghetti Chicken Sauce

Seperti judulnya, aku kemaren agak dulu masak spaghetti bareng rekan debatku seumur hidup, siapa lagi kalau bukan si cenil Orel Ping Ping. Karena masakan ini dipersembahkan untuk batita, jadi aku harus merelakan untuk skip saus sambal super pedas. Bahan-bahan yang digunakan antara lain: Niat dan kebulatan tekad. Spaghetti (sebar di kuali, guyur dengan air bersih, kemudian direbus tambahin minyak dan garam), kalau sudah matang tiriskan di wadah bebas dah mau pake apa. Biar makannya gampang,  spaghetti -nya dipotekin dulu. Nah itu tugasnya Orel. Yah, walaupun sesungguhnya 80%  malah gangguin sih, tapikan demi mengasah sisi femininnya dia untuk mau terjun ke dapur.  Si Cenil sedang matah-matahin  spaghetti Bahan saus: Ayam (dicincang) wortel (potong dadu kecil-kecil) Seledri (iris tipis) Trio bawang (bawang bombay <iris agak gede dikit>, bawang merah <iris sewajarnya>, dan bawang putih <cincang halus>) Air saos tomat saos tiram (tapi ini nggak jadi aku pake soalnya uda