Skip to main content

Posts

Frugal Living vs Minimalism

Sumber gambar: id.theasianparent.com Aku pernah cerita tentang frugal living di blog ini. Waktu itu aku lagi bikin challenge nyobain gaya hidup frugal.  Karena lagi ngetren frugal frugel frugal frugel. Aku bisa siih laluinnya. Tapi aku nggak begitu sreg dengan gaya hidup ini. Karena jadi ribet dan ngerepotin. Contoh: saking frugalnya, aku belanja online di salah satu marketplace , dimana perang harga antar seller disitu. Aku jadi bingung milih harga termurah, jadi banyak waktu yang terbuang hanya untuk banding-bandingin harga. Misalnya gini: aku beli celana harian buat Orel. Lagi-lagi di marketplace . Saking frugalnya, aku milih celana yang lucu namun muraaah. Jadi aku bisa beli banyaaak. Naaah, "ada harga ada rupa" memanglah semboyan yang benar-benar nyata adanya. Celana Orel yg murah-murah itu, gampang sobek, warnanya gampang mbladhus.  Nah gimana dengan minimalism ? Gaya hidup yang satu ini yang aku lebih setuju. Memang, bukan berarti cari yang murah-murah buat menghema

Amara Kosmetik untuk Anak

Punya anak cewek pancen oye! Gerak geriknya suka menirukan emaknya. Wah harus hati-hatiiii banget aku sebagai first role model- nya. Kini aku merasakan apa yang dirasakan ibuku dulu. Yuhuu, Orel suka dandan. Bisa ketebak ya, ini nurun siapa. Yamasaaaak nurun bapaknya. Aku dan suami nggak keberatan akan hal itu, tapi kami  nggak mau dia pake makeup- ku karena eman-eman kulitnya. Yasudah, aku dan suami sepakat belikan dia makeup product  yang khusus untuk anak-anak. Dan yeey, kami menemukan yang sip buat Orel. Pilihan kami jatuh ke brand Amara. Amara adalah brand kosmetik lokal, masih satu keluarga dengan Purbasari yang legendaris itu. Siapa sih yang nggak tau Purbasari. Jadi makin mantep karena sudah BPOM. Meskipun dipersembahkan untuk anak-anak, tapi masih ada warning di kemasannya, bahwa tidak boleh untuk anak dibawah 3 tahun. Yep, Orel sudah memenuhi syarat kok. 😉 Amara mengeluarkan berbagai produk makeup . Dan kemarin Orel dibelikan lipstick dan kutek Amara.  Muka bete ini cuman a

Cara Menggunakan dan Reapply Sunscreen

Dalam rangkaian skincare , ada yang namanya tabir surya atau kita sering kali memanggilnya sunscreen . Wes pokoke, fungsinya melindungi kulit dari sinar matahari. Terus apa bedanya dengan payung? Topi? Nah, bedanya sunscreen ini dibubuhkan langsung nempel ke kulit,untuk menangkal kulit dari UVA (menyebabkan timbulnya tanda penuaan dini seperti keriput dan flek hitam) dan UVB (menyebabkan kulit terbakar yang bikin gosong). Maka dari itu s unscreen  merupakan  salah  satu  skincare  garda terdepanku setelah  hydrating   toner .  Ya karena sepenting itu gaes..  Biar awet muda. Xixixi Sunscreen ada dua jenis, yaitu: Physical sunscreen yang akrab disebut sunblock. Chemical   suncsreen .  Ada beberapa perbedaan antara keduanya , namun s ingkatnya  physical sunscreen atau  sunblock cara kerjany a    mem- block sinar UV dengan cara memantulkannya. Etapi badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat (FDA) sudah melarang penggunaan istilah sunblock . Karena kata sun BLOCK membuat masyarakat

Kanna White, Foot Skincare Andalan

Tiap musim kemarau aku prihatin liat jempol kakiku yang kering. Bersisik mengelupas, kadang berdarah. Ouuch.  Awal ya sih jempol kiri aja. Semenjak musim kering berkepanjangan ini jempol kanan mulai ketularan. Padahal aku sudah minum air putih banyak-banyak. Huummh. Entah lah.  Suamiku yang siaga itu sampai turun tangan beliin set alat menipedi. Tapi aku baru pake sekali aja, soalnya langsung bubar jalan semua itu dipake mainan si Orel. 😑   Berbagai produk oles-oles sudah kucoba. Ada Vaseline Petrolium Jelly yang versi Arab, Vaseline Repairing Jelly, bahkan Vaseline Lip Therapy juga aku oleskan, berbagai macam lotion dan perminyakan sudah kucoba namun hasilnya jempol kakiku masih aja ketombean. Waktu aku maskeran juga jempol kaki ikutan aku maskerin, namun hasilnya masih nihil. Dan si suam sudah merekomendasikan Kanna. Tapi aku belum terketuk hatinya untuk menggunakan Kanna. Underestimate karena harga murah 😁. Hmmm dikasih murah memandang sebelah mata. Giliran dikasih mahal dibilang

PIJAT

Sudah lama pengin pijat. Memanjakan tubuhku yang selama ini menjadi tempat bersemayamnya rohku. Ungkapan terima kasih untukku sendiri. Semacam self reward  karena sehabis berjuang menaklukkan challenge . Biar badan ini jadi rileks dan terbuka cakra  khan  sehingga diharapkan keluar aura positif dan gelombang electromagnetic semakin panjang. Kemaren kesampaian tuh harapanku untuk pijat. Berikut kisahnya... Di suatu sore yang meriah, aku bercengkerama sama ibu-ibu di warung. Tidak nggosip dong! Mengumpulkan informasi! 😁 Aku nyeletuk ke Bu Titin: Buuu, pengin pijaat..  Bu Titin: Oh ya,, ibu punya kenalan tukang pijat. Nanti ibu panggilin yaa.. Aku: Ya Buuu... Mmmm tarifnya Bu?? Bu Titin: yaaa minimal 50rb Aku: nanti malem abis Isya ya Bu Bu Titin: ok! Kenapa aku milih abis Isya?? soalnya Orel sesiangan nggak bobok, sehingga dapat diasumsikan bahwa nanti abis maghrib bocahnya dah molor. Nyenyak. Sampai pagi. Menjelang maghrib.. Sekitar jam setengah 6 sore. Orel dah terkantuk kantuk. Tapi