Langsung ke konten utama

Postingan

SPONTAN

What a day ... Seharian banyak to-do-list yang sebenernya sama dengan hari-hari yang lain. Jadi maksudnya adalah rutinitas. Jenuh sih. Makanya aku butuh penyegaran. Biasanya di sela rutinitas yang menjemukan ini aku isi dengan singing, reading, crafting, atau iseng apa gitu kek, tapi hari ini aku isi dengan... napping . Zzzzzz.  Malam ini blm selesai tuh tugasnya, tapi aku mau cari yang seger-seger dulu deh. Bukan, bukan es teh atau es serut, emmm iya sih tadi sempat nyicip es krim, tadi suami dan anak lagi pada ngelamutin es krim. Tapi ini aku mau nyoba hal baru, yaitu nyempet-nyempetin nulis. Sesuai dengan judulnya, ini tulisan spontan. Lagi nggak mood buat nyeng nyong, nulis aja deh. Sebenernya udah dari kemaren perut ini rasanya seperti ada kumbang yang beterbangan, karena gelisah, pengin ngetik ngetik cantik, tapi entahlah, kayak nggak ada waktu aja. Nah kali ini, bodo amat pokoknya harus sempat. Kali ini kusadari, bahwa nulis itu candu. Semacam pelarian, dan aku menikmatinya. L
Postingan terbaru

MY TEETH MY ADVENTURE

Sejak aku mengalami pergantian gigi susu ke gigi tetap di waktu SD dulu, sempat terperangah saat menyadari gigi yang tumbuh menggantikan gigi susu kok tumbuhnya tidak beraturan, miring-miring, berantakan, gingsul whoaaaa.. Padahal ortu dan kakakku giginya rata dan rapi.  Tapi dasar aku cuek sama penampilan dan orang sekitar tidak ada yang mem- bully,  jadi aku tidak mempermasalahkan  soal struktur gigiku ini .  Sampai akhirnya aku beranjak remaja aku mulai iseng konsul ke dokter gigi. Mau pasang behel ceritanya, tapi harus dicabut 2 biji. Tapi karena konsulnya cuman iseng yaudah pulang lagi aja nggak bawa hasil apa-apa. Karena tidak ada keluhan sakit sama sekali, aku pikir ya sudah, nggak usah dibaperin. Beranjak dewasa aku mulai galau, kok gigi bungsu nggak tumbuh-tumbuh? Terus lama-lama ada yang tumbuh yeay, satu, kanan atas, t-t-tapi kok... tumbuhnya nggak lurus ke bawah? malah tumbuh ke depan arah pipi. Nanti kalau sampai menembus pipi gimana? keluar kayak gading gajah. Wadidaw...

KEMOLOGEN

Banyak pekerjaan yang belum disentuh, tapi akan terus menumpuk hari demi hari. Pada akhirnya mau tidak mau tetap harus dikerjakan. Dan sekalinya punya hasrat untuk mengerjakan, mampu memang, tapi sedikit kuwalahan karena saking banyaknya. Salah satu contohnya ya ngurus blog yang udah banyak rumah laba-labanya ini. Setiap hari harus menunggu waktu yang tepat untuk nulis. Begitu banyak tema sampai numpuk-numpuk di kepala. Alhamdulillah saat ini ada kesempatan, meski bingung tema mana yang harus dieksekusi. Begitu halnya dengan pekerjaan yang lain, seperti cucian pakaian, setrikaan, nah yang kayak gini nih yang sering dikeluhkan ibu-ibu nih. Kalau sudah numpuk, dikerjakan, wuaduhh capeeek buanyak bangeet. Hahahaha. Nah itulah makna daripada kata KEMOLOGEN. Kemologen ini adalah Bahasa Jawa. Pelafalan kata "kemologen" itu huruf e dibaca seperti saat mengucap kata "dendam", "budeg" (penurunan fungsi pendengaran), "benar", yaa seperti itu. Sedangkan u

20 12 2020

3 years ago... Malam ini, 3 tahun yang lalu.. Malam tanggal 20 Desember.. kondisiku waktu itu sedang hamil 9 bulan, dan esoknya, tanggal 20 Demeber 2017 adalah pas HPL Si Orel (dihitung menurut HPHT 13 Maret 2016). Aku bikin bakso rawit super pedesss. Berulang kali nambah. Panas dan pedasss. Begitu membara. Dengan perut besar yang akan makin bikin sesak karena kebanyakan makan dan bikin panas karena heartburn (langganan heartburn aku ketika hamil), soalnya makan kalo nggak puedess berasa nggak makan. Setelah kekenyangan, aku bagai paus terdampar. Tergeletak serba tak nyaman. Tapi makin tak nyaman ketika rasa mulas melanda. Ahhh makan pedas ini, bikin mules aja tapi perut rasanya galau. Ini mules tapii kayak nggak niat gitu. Mules beneran nggak sih? Kubawa ke toilet tapi cuman bengong aja nggak ngapa-ngapain. Yaudah balik kamar lagi. Tapi di kamar juga duduk pun mulai nggak nyaman. Buat rebahan juga wadidaw. Paling enak buat jalan-jalan. Yowis, jalan mondar mandir semalaman. Apakah i

Spaghetti Chicken Sauce

Seperti judulnya, aku kemaren agak dulu masak spaghetti bareng rekan debatku seumur hidup, siapa lagi kalau bukan si cenil Orel Ping Ping. Karena masakan ini dipersembahkan untuk batita, jadi aku harus merelakan untuk skip saus sambal super pedas. Bahan-bahan yang digunakan antara lain: Niat dan kebulatan tekad. Spaghetti (sebar di kuali, guyur dengan air bersih, kemudian direbus tambahin minyak dan garam), kalau sudah matang tiriskan di wadah bebas dah mau pake apa. Biar makannya gampang,  spaghetti -nya dipotekin dulu. Nah itu tugasnya Orel. Yah, walaupun sesungguhnya 80%  malah gangguin sih, tapikan demi mengasah sisi femininnya dia untuk mau terjun ke dapur.  Si Cenil sedang matah-matahin  spaghetti Bahan saus: Ayam (dicincang) wortel (potong dadu kecil-kecil) Seledri (iris tipis) Trio bawang (bawang bombay <iris agak gede dikit>, bawang merah <iris sewajarnya>, dan bawang putih <cincang halus>) Air saos tomat saos tiram (tapi ini nggak jadi aku pake soalnya uda

KURETASE

Duluuu aku pernah denger kata kuret. Dari cerita-cerita yang ku dengar itu aku menyimpulkan bahwa kuret adalah tragedi horor yang mengerikan, menyakitkan, sadis, dramatis, melankolis, imbas imbis. Pada suatu ketika aku hamil, aku suka sekali baca-baca info kehamilan. Salah satu forum kehamilan ada yang menceritakan pengalamannya kuret. Dan aku biasa aja, sambil khawatir dan takut kalau itu terjadi padaku. Ku terus berdoa semoga kehamilanku sehat. Di hari minggu yang sepoy sepoy manja, aku di rumah sendirian. Wah jarang-jarang nih ada kesempatan nikmatin me time . Pas mau pipis, aku kaget, kok ngeflek? Langsung WA temen-temen, what shoud I do ? Disuruh tiduran aja. Salah satu temen yang rumahnya cuman di sebelah malah panik, langsung nganter aku ke rumah sakit. Langsung cus IGD. Setelah diperiksa, dokter menyarankan untuk kuret. Whoaaaa.. Apa yang aku takutkan akan terjadi. Hemk.. Tapi aku pulang aja dulu, karena aku tidak merasakan kesakitan apapun. Dalam perjalanan pulang, temenku me

THE POWER OF AFFIRMATIONS

This is a story about my second pregnancy. Setelah mengetahui aku hamil lagi (meskipun sudah pernah hamil dan melahirkan) aku mulai cari-cari info seputar kehamilan. Sampai suatu hari aku menemukan ilmu keren, yaitu   tentang afirmasi. Setiap pagi aku selalu mengucapkan afirmasi positif untukku dan janinku. Mengingat kehamilan pertamaku yang full of drama , terutama pas trimester pertama yang lumayan traumatik membuatku semangat untuk selalu afirmasi bahwa kehamilan ini aku dan janinku sehat, tidak pake acara mabok, senantiasa bugar dan bertenaga serta ceria. Mueheheee.. Hasilnya? Ajaib! Sama sekali aku tidak mengalami mabok. Mual pun tidak, tetap doyan makan, hanya saja masih suka lemes dan pusing biasalah. Hingga akhirnya aku mengalami perdarahan. Nggak tau tuh tiba-tiba aja gitu.tapi sama sekali tidak sakit. Aku masih bisa cengengesan, padahal orang-orang di sekitarku panik. Sekali lagi, karena aku selalu ucapkan afirmasi, masuk ke otak, dan otomatis alam bawah sadarku ikutan memb