Skip to main content

Posts

Showing posts from 2021

Amara Kosmetik untuk Anak

Punya anak cewek pancen oye! Gerak geriknya suka menirukan emaknya. Wah harus hati-hatiiii banget aku sebagai first role model- nya. Kini aku merasakan apa yang dirasakan ibuku dulu. Yuhuu, Orel suka dandan. Bisa ketebak ya, ini nurun siapa. Yamasaaaak nurun bapaknya. Aku dan suami nggak keberatan akan hal itu, tapi kami  nggak mau dia pake makeup- ku karena eman-eman kulitnya. Yasudah, aku dan suami sepakat belikan dia makeup product  yang khusus untuk anak-anak. Dan yeey, kami menemukan yang sip buat Orel. Pilihan kami jatuh ke brand Amara. Amara adalah brand kosmetik lokal, masih satu keluarga dengan Purbasari yang legendaris itu. Siapa sih yang nggak tau Purbasari. Jadi makin mantep karena sudah BPOM. Meskipun dipersembahkan untuk anak-anak, tapi masih ada warning di kemasannya, bahwa tidak boleh untuk anak dibawah 3 tahun. Yep, Orel sudah memenuhi syarat kok. 😉 Amara mengeluarkan berbagai produk makeup . Dan kemarin Orel dibelikan lipstick dan kutek Amara.  Muka bete ini cuman a

Cara Menggunakan dan Reapply Sunscreen

Dalam rangkaian skincare , ada yang namanya tabir surya atau kita sering kali memanggilnya sunscreen . Wes pokoke, fungsinya melindungi kulit dari sinar matahari. Terus apa bedanya dengan payung? Topi? Nah, bedanya sunscreen ini dibubuhkan langsung nempel ke kulit,untuk menangkal kulit dari UVA (menyebabkan timbulnya tanda penuaan dini seperti keriput dan flek hitam) dan UVB (menyebabkan kulit terbakar yang bikin gosong). Maka dari itu s unscreen  merupakan  salah  satu  skincare  garda terdepanku setelah  hydrating   toner .  Ya karena sepenting itu gaes..  Biar awet muda. Xixixi Sunscreen ada dua jenis, yaitu: Physical sunscreen yang akrab disebut sunblock. Chemical   suncsreen .  Ada beberapa perbedaan antara keduanya , namun s ingkatnya  physical sunscreen atau  sunblock cara kerjany a    mem- block sinar UV dengan cara memantulkannya. Etapi badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat (FDA) sudah melarang penggunaan istilah sunblock . Karena kata sun BLOCK membuat masyarakat

Kanna White, Foot Skincare Andalan

Tiap musim kemarau aku prihatin liat jempol kakiku yang kering. Bersisik mengelupas, kadang berdarah. Ouuch.  Awal ya sih jempol kiri aja. Semenjak musim kering berkepanjangan ini jempol kanan mulai ketularan. Padahal aku sudah minum air putih banyak-banyak. Huummh. Entah lah.  Suamiku yang siaga itu sampai turun tangan beliin set alat menipedi. Tapi aku baru pake sekali aja, soalnya langsung bubar jalan semua itu dipake mainan si Orel. 😑   Berbagai produk oles-oles sudah kucoba. Ada Vaseline Petrolium Jelly yang versi Arab, Vaseline Repairing Jelly, bahkan Vaseline Lip Therapy juga aku oleskan, berbagai macam lotion dan perminyakan sudah kucoba namun hasilnya jempol kakiku masih aja ketombean. Waktu aku maskeran juga jempol kaki ikutan aku maskerin, namun hasilnya masih nihil. Dan si suam sudah merekomendasikan Kanna. Tapi aku belum terketuk hatinya untuk menggunakan Kanna. Underestimate karena harga murah 😁. Hmmm dikasih murah memandang sebelah mata. Giliran dikasih mahal dibilang

PIJAT

Sudah lama pengin pijat. Memanjakan tubuhku yang selama ini menjadi tempat bersemayamnya rohku. Ungkapan terima kasih untukku sendiri. Semacam self reward  karena sehabis berjuang menaklukkan challenge . Biar badan ini jadi rileks dan terbuka cakra  khan  sehingga diharapkan keluar aura positif dan gelombang electromagnetic semakin panjang. Kemaren kesampaian tuh harapanku untuk pijat. Berikut kisahnya... Di suatu sore yang meriah, aku bercengkerama sama ibu-ibu di warung. Tidak nggosip dong! Mengumpulkan informasi! 😁 Aku nyeletuk ke Bu Titin: Buuu, pengin pijaat..  Bu Titin: Oh ya,, ibu punya kenalan tukang pijat. Nanti ibu panggilin yaa.. Aku: Ya Buuu... Mmmm tarifnya Bu?? Bu Titin: yaaa minimal 50rb Aku: nanti malem abis Isya ya Bu Bu Titin: ok! Kenapa aku milih abis Isya?? soalnya Orel sesiangan nggak bobok, sehingga dapat diasumsikan bahwa nanti abis maghrib bocahnya dah molor. Nyenyak. Sampai pagi. Menjelang maghrib.. Sekitar jam setengah 6 sore. Orel dah terkantuk kantuk. Tapi

PENTINGNYA MENJAGA MATA

Hay hayyy... Sebelum membaca lebih mendalam tulisanku yang ini,, aku jelasin dulu ya,, bahwa aku kali ini menceritakan tentang pentingnya menjaga kesehatan mata "normal". Artinya, bukan yang tuna netra sejak lahir ya man temaaaan..   Mata anda cacingan  sehat? Alhamdulillah. Bersyukurlah jika dikaruniai mata sehat. Alangkah baiknya digunakan untuk melihat hal-hal yang positif ya Bapak Ibu sekalian. Mata saya juga alhamdulillah sehat. Nggak iritasi atau sakit mata yang lain maksudnya.. Namun minus nih. hihihi. Selain karena keturunan (dari keluarga ibuku minus dan berkaca mata semua, kakakku apalagi tuh, kacamata didobel pake softlens soalnya minusnya dah buanyaak) juga karena kutu buku (buahahaha) karena zaman digital ini yang menuntut untuk selalu menatap layar tancep  gawai. Aku dulu curiga kok pandangan kabur berbayang meski cuman dikit. Setelah periksa mata ternyata minus. Karena minusnya cuman dikit ya kadang males pake kacamata. Lama-lama makin nggak pede menyapa orang

Jurnal Hari Ini

Hari ini cuman mendekam saja di rumah. Meski di rumah tapi tidak ada rasa bosan. Menjejali berbagai aktivitas seharian. Nggak ada rebahan. Namun penuh keceriaan. Wedyaaaan... 😁 Hari Sabtu kemarin Sipap kan ke proyek, terus ada mandor asal Pemalang ngasih oleh-oleh seiket bawang merah. Kebetulan banget Sipap dari dulu udah request  bawang goreng. Alhamdulillah banget donk dapet bawang merah. Tapi untuk mempraktiskan kerjaan, mending beli alat perajang bawang merah deh di sopi. Begitu dateng, dicuci bersih dan siap digunakan. Sempat tadi pas nyuci aku kena pisaunya. Euwww.. Tajem amat.   Kami dari pagi sudah sibuk bikin hampir sekilo bawang goreng. Dikerjakan secara kooperatif. Wiiih... Dari proses pengupasan dan perajangan, kami kerjakan bertiga. Tapi pas goreng ya cuman aku sih yang ngerjain. Kalo dibantuin apalagi yang bantuin si orel kan malah rempong.  Sukses deh bikin ba

WHAT A GREAT DAY

Horaaaaayyy akhirnya aku berhasil menaklukkan hari ini. Yep, aku bikin suatu challenge menyelesaikan semua tugas hari ini tepat waktu. Ya meski tidak tepat tepat amat sih, bisa molor berjam-jam, tapi yang penting semua bisa tercapai. Rasanya puas bangeeettt. Bahagia. Challenge  sederhana yang ku buat ini sebenernya sudah dari tahun lalu. Tapi baru niat banget pas tahun ini. Aku bisa girang gini karena aku mengerjakan pekerjaan yang harus lebih capek dari sebelumnya, lebih rempong dari sebelumnya, karena jadi tidak efektif dalam urusan waktu. Jadi ceritanya tuh aku sama Pak Suam sedang dihadapkan oleh situasi yang mengharuskan kami untuk menerapkan frugal living yang agak-agak ekstrim . hihihi.   Yes, kami sedang menjalani camping di suatu tempat yang jauh dari peradaban kami sebelumnya.  Pssstt, aku kasih tau life hacks : Aku kadang nyetock sayuran yang bisa tahan lama di kamar. Jadi sayurannya misal wortel, cabe, gitu aku masukin ke plastik, terus masukkan kamar yang ber-AC. Ditata ra

The Power of Sounding

Pagi tadi kehidupan dimulai dengan sebuah tangan mungil menepuk lembut pipiku. "Mah, bangun yuk!" Suara imut itu keluar dari mulut imut (yang kalau menangis tetep, keraaaas) itu. He'em,, si orel. Hihihi.  Abis subuhan, si orel ngedot, mamahnya ngopi, papahnya minum susu. Sambil leha-leha nonton film kartun. Ahh indahnya 🌈 hahaha. Dengan begini, sangat mempengaruhi mood seharian nanti agar stabil di fase kegembiraan. Sehingga ucapan have a nice day itu benar-benar terjadi. Aamiin.  Setelah siapin sarapan dan papahnya siap-siap ngantor, dimulailah sounding kepada si orel. Biar lebih fun , pake metode pinky promise bilang "nanti kerja sama yang bagus ya! Waktunya mandi ya mandi, sikat gigi, maem ya harus nurut, main ya main, liat hp ya liat hp. Waktunya bobo siang ya bobo! Ya? Ya? Ya? Janji yaaa!" Dan ada sautan semangat "iyaaaa janjiiiii, yeaaaay". Waktunya papah berangkat, mamah dan orel nganter sampe luar, dadah dadah, nutup gerbang, dan lari pagi

SPONTAN

What a day ... Seharian banyak to-do-list yang sebenernya sama dengan hari-hari yang lain. Jadi maksudnya adalah rutinitas. Jenuh sih. Makanya aku butuh penyegaran. Biasanya di sela rutinitas yang menjemukan ini aku isi dengan singing, reading, crafting, atau iseng apa gitu kek, tapi hari ini aku isi dengan... napping . Zzzzzz.  Malam ini blm selesai tuh tugasnya, tapi aku mau cari yang seger-seger dulu deh. Bukan, bukan es teh atau es serut, emmm iya sih tadi sempat nyicip es krim, tadi suami dan anak lagi pada ngelamutin es krim. Tapi ini aku mau nyoba hal baru, yaitu nyempet-nyempetin nulis. Sesuai dengan judulnya, ini tulisan spontan. Lagi nggak mood buat nyeng nyong, nulis aja deh. Sebenernya udah dari kemaren perut ini rasanya seperti ada kumbang yang beterbangan, karena gelisah, pengin ngetik ngetik cantik, tapi entahlah, kayak nggak ada waktu aja. Nah kali ini, bodo amat pokoknya harus sempat. Kali ini kusadari, bahwa nulis itu candu. Semacam pelarian, dan aku menikmatinya. L

MY TEETH MY ADVENTURE

Sejak aku mengalami pergantian gigi susu ke gigi tetap di waktu SD dulu, sempat terperangah saat menyadari gigi yang tumbuh menggantikan gigi susu kok tumbuhnya tidak beraturan, miring-miring, berantakan, gingsul whoaaaa.. Padahal ortu dan kakakku giginya rata dan rapi.  Tapi dasar aku cuek sama penampilan dan orang sekitar tidak ada yang mem- bully,  jadi aku tidak mempermasalahkan  soal struktur gigiku ini .  Sampai akhirnya aku beranjak remaja aku mulai iseng konsul ke dokter gigi. Mau pasang behel ceritanya, tapi harus dicabut 2 biji. Tapi karena konsulnya cuman iseng yaudah pulang lagi aja nggak bawa hasil apa-apa. Karena tidak ada keluhan sakit sama sekali, aku pikir ya sudah, nggak usah dibaperin. Beranjak dewasa aku mulai galau, kok gigi bungsu nggak tumbuh-tumbuh? Terus lama-lama ada yang tumbuh yeay, satu, kanan atas, t-t-tapi kok... tumbuhnya nggak lurus ke bawah? malah tumbuh ke depan arah pipi. Nanti kalau sampai menembus pipi gimana? keluar kayak gading gajah. Wadidaw...

KEMOLOGEN

Banyak pekerjaan yang belum disentuh, tapi akan terus menumpuk hari demi hari. Pada akhirnya mau tidak mau tetap harus dikerjakan. Dan sekalinya punya hasrat untuk mengerjakan, mampu memang, tapi sedikit kuwalahan karena saking banyaknya. Salah satu contohnya ya ngurus blog yang udah banyak rumah laba-labanya ini. Setiap hari harus menunggu waktu yang tepat untuk nulis. Begitu banyak tema sampai numpuk-numpuk di kepala. Alhamdulillah saat ini ada kesempatan, meski bingung tema mana yang harus dieksekusi. Begitu halnya dengan pekerjaan yang lain, seperti cucian pakaian, setrikaan, nah yang kayak gini nih yang sering dikeluhkan ibu-ibu nih. Kalau sudah numpuk, dikerjakan, wuaduhh capeeek buanyak bangeet. Hahahaha. Nah itulah makna daripada kata KEMOLOGEN. Kemologen ini adalah Bahasa Jawa. Pelafalan kata "kemologen" itu huruf e dibaca seperti saat mengucap kata "dendam", "budeg" (penurunan fungsi pendengaran), "benar", yaa seperti itu. Sedangkan u