Skip to main content

DISCLAIMER

lennydewi.com adalah personal blog yang ditulis dan diedit sendiri oleh Lenny Dewi. Jika ada tulisan atau gambar yang dikutip dari sumber lain, pasti akan dicantumkan sumbernya.

Blog ini merupakan lifestyle blog yang meliputi beauty, health, and many more. Untuk blogpost yang berisi review tentang skincare, product atau tool, itu ditulis berdasarkan pengalamanku sendiri, dan perlu diketahui bahwa masing-masing efek itu berbeda di masing-masing individu. Jadi bukan tanggungjawabku jika ada hasil yang berbeda dengan yang kudapatkan ya.

Blog ini menerima kompensasi dari pemasangan iklan, sponsorship, atau kerjasama bentuk lainnya. Kompensasi yang diterima tidak mempengaruhi isi blogpost, karena review yang ditulis berisi opini yang jujur.  

Bagi yang mau mencomot tulisan atau foto-foto di blog ini, harap sertakan backlink, ok?!

Sesuai temanya yaitu "Me Time", diasumsikan pembaca dalam keadaan rileks. Maka dari itu, blog ini sifatnya santai. Jadi pembaca yang baperan tidak disarankan mengkonsumsi blog ini. Aku bikin blog ini tujuannya untuk berbagi dan happy-happy. So, santuy aja yaa..


Thank you,

I love you

Comments

POPULAR POSTS

SPONTAN

What a day ... Seharian banyak to-do-list yang sebenernya sama dengan hari-hari yang lain. Jadi maksudnya adalah rutinitas. Jenuh sih. Makanya aku butuh penyegaran. Biasanya di sela rutinitas yang menjemukan ini aku isi dengan singing, reading, crafting, atau iseng apa gitu kek, tapi hari ini aku isi dengan... napping . Zzzzzz.  Malam ini blm selesai tuh tugasnya, tapi aku mau cari yang seger-seger dulu deh. Bukan, bukan es teh atau es serut, emmm iya sih tadi sempat nyicip es krim, tadi suami dan anak lagi pada ngelamutin es krim. Tapi ini aku mau nyoba hal baru, yaitu nyempet-nyempetin nulis. Sesuai dengan judulnya, ini tulisan spontan. Lagi nggak mood buat nyeng nyong, nulis aja deh. Sebenernya udah dari kemaren perut ini rasanya seperti ada kumbang yang beterbangan, karena gelisah, pengin ngetik ngetik cantik, tapi entahlah, kayak nggak ada waktu aja. Nah kali ini, bodo amat pokoknya harus sempat. Kali ini kusadari, bahwa nulis itu candu. Semacam pelarian, dan aku menikmatinya. L

MY TEETH MY ADVENTURE

Sejak aku mengalami pergantian gigi susu ke gigi tetap di waktu SD dulu, sempat terperangah saat menyadari gigi yang tumbuh menggantikan gigi susu kok tumbuhnya tidak beraturan, miring-miring, berantakan, gingsul whoaaaa.. Padahal ortu dan kakakku giginya rata dan rapi.  Tapi dasar aku cuek sama penampilan dan orang sekitar tidak ada yang mem- bully,  jadi aku tidak mempermasalahkan  soal struktur gigiku ini .  Sampai akhirnya aku beranjak remaja aku mulai iseng konsul ke dokter gigi. Mau pasang behel ceritanya, tapi harus dicabut 2 biji. Tapi karena konsulnya cuman iseng yaudah pulang lagi aja nggak bawa hasil apa-apa. Karena tidak ada keluhan sakit sama sekali, aku pikir ya sudah, nggak usah dibaperin. Beranjak dewasa aku mulai galau, kok gigi bungsu nggak tumbuh-tumbuh? Terus lama-lama ada yang tumbuh yeay, satu, kanan atas, t-t-tapi kok... tumbuhnya nggak lurus ke bawah? malah tumbuh ke depan arah pipi. Nanti kalau sampai menembus pipi gimana? keluar kayak gading gajah. Wadidaw...

KURETASE

Duluuu aku pernah denger kata kuret. Dari cerita-cerita yang ku dengar itu aku menyimpulkan bahwa kuret adalah tragedi horor yang mengerikan, menyakitkan, sadis, dramatis, melankolis, imbas imbis. Pada suatu ketika aku hamil, aku suka sekali baca-baca info kehamilan. Salah satu forum kehamilan ada yang menceritakan pengalamannya kuret. Dan aku biasa aja, sambil khawatir dan takut kalau itu terjadi padaku. Ku terus berdoa semoga kehamilanku sehat. Di hari minggu yang sepoy sepoy manja, aku di rumah sendirian. Wah jarang-jarang nih ada kesempatan nikmatin me time . Pas mau pipis, aku kaget, kok ngeflek? Langsung WA temen-temen, what shoud I do ? Disuruh tiduran aja. Salah satu temen yang rumahnya cuman di sebelah malah panik, langsung nganter aku ke rumah sakit. Langsung cus IGD. Setelah diperiksa, dokter menyarankan untuk kuret. Whoaaaa.. Apa yang aku takutkan akan terjadi. Hemk.. Tapi aku pulang aja dulu, karena aku tidak merasakan kesakitan apapun. Dalam perjalanan pulang, temenku me