Skip to main content

Cara Menggunakan dan Reapply Sunscreen


Dalam rangkaian skincare, ada yang namanya tabir surya atau kita sering kali memanggilnya sunscreen. Wes pokoke, fungsinya melindungi kulit dari sinar matahari. Terus apa bedanya dengan payung? Topi? Nah, bedanya sunscreen ini dibubuhkan langsung nempel ke kulit,untuk menangkal kulit dari UVA (menyebabkan timbulnya tanda penuaan dini seperti keriput dan flek hitam) dan UVB (menyebabkan kulit terbakar yang bikin gosong). Maka dari itu sunscreen merupakan salah satu skincare garda terdepanku setelah hydrating tonerYa karena sepenting itu gaes.. Biar awet muda. Xixixi

Sunscreen ada dua jenis, yaitu:

  1. Physical sunscreen yang akrab disebut sunblock.
  2. Chemical suncsreen
Ada beberapa perbedaan antara keduanya, namun singkatnya physical sunscreen atau sunblock cara kerjanya  mem-block sinar UV dengan cara memantulkannya. Etapi badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat (FDA) sudah melarang penggunaan istilah sunblock. Karena kata sunBLOCK membuat masyarakat merasa terlindungi hanya dengan sekali pakai untuk seharian. Padahal kandungan tabir surya tidak cukup sakti dalam melawan sinar UV seharian penuh, apalagi jika sudah terkena keringat atau air, atau juga air mata buayamu itu. Jadi harus rajin-rajin reapply sesuai kebutuhan. Sedangkan chemical suncsreen cara kerjanya menyerap sinar UV kemudian mengubahnya menjadi energi panas dan dikeluarkan lewat kulit.

Mantai yuuuk


Bisa dibilang sinar UV adalah tokoh utama kerusakan kulit termasuk menyebabkan penuaan dini. Maka demi menyukseskan rangkaian skincare yang digunakan, kita wajib menggunakan sunscreen dari pagi sampai sore. Kalau malem nggak usah. Karena nggak ada matahari. Adanya Ramayana. Aisssh... Jadi gini penjelasannya: sudah pakai berlayer-layer skincare, akan percuma jika tidak menggunakan sunscreen. Dan udah pakai sunscreen juga percuma kalau pakainya irit. Minimal pakai sunscreen itu dua jari. Daaaan sudah pakai sunscreen minimal 2 jaripun, tetep percuma jika tidak reapply. Ahahhahaha. Ribet? Takut pliket? Oiya, masih adalagi nih. Udah pakai 
sunscreen minimal 2 jari dan rajin reapply, akan percuma juga jika tidak double cleansing di malam harinya. Muehehehe... 


Salam dua jari ✌️😁

Tak perlu risau bakalan ribet dan pliket pemirsa, semua itu akan mudah saja karena terbiasa. Makanya, biasakan yuuuk demi kulit sehat.

Lalu. Sekarang kita bahas bagaimana cara reapply sunscreen. Ada beberapa cara ya gaes. Ada yang ribet sampai yang simpel. Kita mulai dari yang ribet ke yang simpel:
  1. Cuci muka dulu. Misal tadi pagi udah makeup-an, hapus makeup dulu pakai milk cleanser, micelar water, tisu basah, atau apa aja sesuai selera, kemudian cuci muka pakai sabun muka, keringkan dan pakai minimal dua jari sunscreen. Terus makeup-an lagi, atau nggak makeup ya terserah, sesuai kebutuhan. Nggak perlu pakai skincare lagi, soalnya skincare yang dipakai tadi pagi sudah bekerja merasuk ke dalam kulit kok. So, santai aja sis.
  2. Langsung templokin aja. Yang lebih praktis, bisa menggunakan sunscreen yang berbentuk spray. Kalo yang krim, ya langsung aja pakai seperti biasa. Minimal dua jari penuh ya beb. Untuk yang sudah ber-makeup bisa pake spons cushion, ambil dikit-dikit kemudian tap-tap lembut di wajah. Jadi nggak usah takut makeup rusak.
  3. Pakai bedak two way cake yang ber-spf. Kalo ini sih nggak tau efektif apa nggak. Ya daripada nggak reapply sama sekali. Hihihi.


Apapun caranya, yang penting yakin aja. Yakin terlindungi. Dengan keyakinan, insyaAllah, kulit kita benar-benar terlindungi. Dan semua tergantung kenyamanan. Nyamannya gimana, hanya diri sendiri yang tau. Wekekekeke...


Comments

POPULAR POSTS

SPONTAN

What a day ... Seharian banyak to-do-list yang sebenernya sama dengan hari-hari yang lain. Jadi maksudnya adalah rutinitas. Jenuh sih. Makanya aku butuh penyegaran. Biasanya di sela rutinitas yang menjemukan ini aku isi dengan singing, reading, crafting, atau iseng apa gitu kek, tapi hari ini aku isi dengan... napping . Zzzzzz.  Malam ini blm selesai tuh tugasnya, tapi aku mau cari yang seger-seger dulu deh. Bukan, bukan es teh atau es serut, emmm iya sih tadi sempat nyicip es krim, tadi suami dan anak lagi pada ngelamutin es krim. Tapi ini aku mau nyoba hal baru, yaitu nyempet-nyempetin nulis. Sesuai dengan judulnya, ini tulisan spontan. Lagi nggak mood buat nyeng nyong, nulis aja deh. Sebenernya udah dari kemaren perut ini rasanya seperti ada kumbang yang beterbangan, karena gelisah, pengin ngetik ngetik cantik, tapi entahlah, kayak nggak ada waktu aja. Nah kali ini, bodo amat pokoknya harus sempat. Kali ini kusadari, bahwa nulis itu candu. Semacam pelarian, dan aku menikmatinya. L

MY TEETH MY ADVENTURE

Sejak aku mengalami pergantian gigi susu ke gigi tetap di waktu SD dulu, sempat terperangah saat menyadari gigi yang tumbuh menggantikan gigi susu kok tumbuhnya tidak beraturan, miring-miring, berantakan, gingsul whoaaaa.. Padahal ortu dan kakakku giginya rata dan rapi.  Tapi dasar aku cuek sama penampilan dan orang sekitar tidak ada yang mem- bully,  jadi aku tidak mempermasalahkan  soal struktur gigiku ini .  Sampai akhirnya aku beranjak remaja aku mulai iseng konsul ke dokter gigi. Mau pasang behel ceritanya, tapi harus dicabut 2 biji. Tapi karena konsulnya cuman iseng yaudah pulang lagi aja nggak bawa hasil apa-apa. Karena tidak ada keluhan sakit sama sekali, aku pikir ya sudah, nggak usah dibaperin. Beranjak dewasa aku mulai galau, kok gigi bungsu nggak tumbuh-tumbuh? Terus lama-lama ada yang tumbuh yeay, satu, kanan atas, t-t-tapi kok... tumbuhnya nggak lurus ke bawah? malah tumbuh ke depan arah pipi. Nanti kalau sampai menembus pipi gimana? keluar kayak gading gajah. Wadidaw...

KURETASE

Duluuu aku pernah denger kata kuret. Dari cerita-cerita yang ku dengar itu aku menyimpulkan bahwa kuret adalah tragedi horor yang mengerikan, menyakitkan, sadis, dramatis, melankolis, imbas imbis. Pada suatu ketika aku hamil, aku suka sekali baca-baca info kehamilan. Salah satu forum kehamilan ada yang menceritakan pengalamannya kuret. Dan aku biasa aja, sambil khawatir dan takut kalau itu terjadi padaku. Ku terus berdoa semoga kehamilanku sehat. Di hari minggu yang sepoy sepoy manja, aku di rumah sendirian. Wah jarang-jarang nih ada kesempatan nikmatin me time . Pas mau pipis, aku kaget, kok ngeflek? Langsung WA temen-temen, what shoud I do ? Disuruh tiduran aja. Salah satu temen yang rumahnya cuman di sebelah malah panik, langsung nganter aku ke rumah sakit. Langsung cus IGD. Setelah diperiksa, dokter menyarankan untuk kuret. Whoaaaa.. Apa yang aku takutkan akan terjadi. Hemk.. Tapi aku pulang aja dulu, karena aku tidak merasakan kesakitan apapun. Dalam perjalanan pulang, temenku me