Skip to main content

20 12 2020

3 years ago...

Malam ini, 3 tahun yang lalu.. Malam tanggal 20 Desember.. kondisiku waktu itu sedang hamil 9 bulan, dan esoknya, tanggal 20 Demeber 2017 adalah pas HPL Si Orel (dihitung menurut HPHT 13 Maret 2016). Aku bikin bakso rawit super pedesss. Berulang kali nambah. Panas dan pedasss. Begitu membara. Dengan perut besar yang akan makin bikin sesak karena kebanyakan makan dan bikin panas karena heartburn (langganan heartburn aku ketika hamil), soalnya makan kalo nggak puedess berasa nggak makan.

Setelah kekenyangan, aku bagai paus terdampar. Tergeletak serba tak nyaman. Tapi makin tak nyaman ketika rasa mulas melanda. Ahhh makan pedas ini, bikin mules aja tapi perut rasanya galau. Ini mules tapii kayak nggak niat gitu. Mules beneran nggak sih? Kubawa ke toilet tapi cuman bengong aja nggak ngapa-ngapain. Yaudah balik kamar lagi. Tapi di kamar juga duduk pun mulai nggak nyaman. Buat rebahan juga wadidaw. Paling enak buat jalan-jalan. Yowis, jalan mondar mandir semalaman. Apakah ini gara-gara orang hamil kebanyakan makan pedes? Apakah aku masuk angin? Ataukaah ini pertanda mau melahirkan?  Dari kemaren udah wawancara beberapa teman yang udah pengalaman dan baca-baca di internet tanda-tanda melahirkan itu apa aja dan gimana, katanya ditandai dengan keluar flek darah. Tapi setiap aku cek kok bersih-bersih aja tuh. Entahlah.. yang jelas ini nggak nyaman banget. Dari sehari sebelumnya juga kenceng-kenceng perutnya. Dan belum lama ini baru tau kalau itu namanya kontraksi.

Esoknya subuh-subuh aku salat subuh. Nggak ngantuk sama sekali meski semalaman tidak tidur. Terus langsung nyiapin yang udah aku siapin jauh-jauh hari, tas-tas perlengkapan bayi dan ibu melahirkan. Mau langsung ke rumah bersalin aja. Jam 7 pagi berangkat. Di jalan sambil mringis-mringis sih, duh ni perut sakit banget. Sampe sana langsung ke kamar bersalin cek pembukaan ternyata masih bukaan 1. Disuruh tiduran miring kiri. Padahal waktu itu posisi ternyamanku tuh duduk bersila. Malah disuruh tiduran. Yang aku rasain waktu itu sakittt,, kalau kontraksi beuhhh sakittt banget. Jadi selama di ruang bersalin itu yang ku rasain kalau nggak sakittt, ya sakittt bangett, gituu terus.. mukaku kayak apa? Daah nggak usah dijelasin, pokoknya melas banget lah. Yang kuucapkan kalo nggak istighfar, yaaa BU BIDAAAN,, SAKITT BANGEEETTT… tapi sesakit sakitnya, aku nggak mau nangis. Aku tau kelemahanku, kalau nangis, nanti bakalan ingusan bikin muka jelek tambah jelek, malu ah ma suami haahahaaa.. sesak nafas, bikin sulit buat tarik nafaaaasss…hembuskaaan.. dan aku waktu itu dioksigen dan diinfus. Diinfus soalnya aku nggak mau makan. Nggak nafsu. Mau dipaksa juga nggak mau, minum aja deh.. perutnya sakit sampe ke punggung punggung. Clengggg gitu. Makanya dari awal ortuku dan suami gantian mijitin punggungku. Iya,, aku ditemenin 3 orang di kamar bersalin. Bapakku tiap kali bilangin aku: tenang aja,, disini ada bapak, ibuk, dan mas agung. Dalam hatiku,, yaelahh pak,, mau ada pak RT juga aku nggak peduli.. udah antara hidup dan mati ini…

Gituuu terus hingga akhirnya jam 4 sore aku mulai diposisikan ke posisi melahirkan. Kayak apa? Yaa kayak yang di sinetron-sinetron itulaah.. dan tak lupa aku mempraktikkan apa yang sudah aku pelajari selama hamil. Jadi wajah menghadap perut, nggak boleh merem, mulut mingkem, kalau bisa posisi senyum, lah, bayangin aja kamu poop, poop-nya keras, terus mengejan berusaha agar poop-nya segera keluar, tapi kamu senyum,,, nahhh ini yang mau keluar bayiiii.. bayiii… pas kontraksi, clenggg gitu dikasih aba-aba sama bu bidan suruh BERUSAHA.. ya ampun bu,, dari tadi saya juga berusaha. Sampai kepala bayi keliatan,, aku berusaha mengejan semampunya dengan kualitas nafasku yang seadanya itu.. aku mengejan.. eeeekk… loh loh, kok rasa mulasnya berhenti?? Loh? Sama sekali nggak ngrasain apa-apa. Istirahat dulu.. minum..dan dikasih support. Yah  pokoknya kayak petinju lagi istirahat di pojokan ring gitulah, persisss.. Terus kontraksi lagi, udah keliatan keliataaann suami udah nyemangatin ayok ayookk terus teruuusss, he,, kayak tukang parkir. Oke deh, semangat mengejan eeeekkkk.. lolololooo kok ilang lagi mulesnya, bayinya masuk lagi donk. Hueee.

Setelah berusaha sampe 3 kali kayaknya.. bu bidan ngasih tau,, coba deh nggak usah ngeden, nanti bisa kok keluar sendiri. Haduh Buuu kenapa ngasih instruksinya nggak dari tadi siih. Naaahh mulai kontraksi lagii,, aku pasrah aja nahan sakit sambil istighfar, terus terusss yeaaay berhasil keluar wruuppp,, ada macam boneka keluar digendong bu bidan, dann bonekanya bisa bunyiii… wueee itu bayiii nangiiisss kenceng banget nangisnya. Asisten bidannya bilang: kyaa mbaak,, cantik banget anaknya mbaak… langsung bahagiaa tak terkiraaa.. bayi itu, anakku, putih, bersih, cantik, bibirnya merah, pipinya cempluk, berat badannya 3,4 kg dan panjangnya 51 cm. 

Pas semua sudah beres, aku ditemenin suami di kamar inap. Bayinya yang lucu tadi dianterin. Aku gendong. Hihiihi,, aku punya anak. Terus bayi itu nangis, yaudah aku timang timang shh shh shh. Terus bidannya masuk,, bilang: dinenenin mbak, biar nggak nangis. Ooiyaaaa yaaaa lupa. Eh,, nggak tau maksudnya. Haaakh, naluri keibuanku dipertanyakan!!! Haahaaa.. terus tibalah waktunya aku menyusui,, ehekk, nggak bisa caranya.. terus diajarin deh sama bu bidan. 

Fyuuuh.. 😪

Sampai beberapa hari aku jadi ibu baru,, mulailah drama. Jeng jeng.. babybluesMana puting lecet, payudara bengkak, mastitis, demam, semua badan sakit, jam tidur berantakan, bikin mood hancurrrr.. terasa sangat nelangsa. Suka nangis sendiri.

Akhirnyaaa sudah 3 tahun sejak kelahiran bayi cantik itu.. Si Orel 3 tahun belajar jadi manusia, dan aku belajar jadi ibu. Semua peristiwa yang tidak nyaman itu segera sirna, terkalahkan oleh rasa takjub saat melihat perkembangan-perkembangannya. Saat dia mulai bisa ngoceh, ketawa, tengkurap, duduk, nglasut, merangkak, berdiri, jalan, berlariii,, dan dia melakukan hal hal ajaib tak terduga. Apalagi dia udah mulai pinter ngomong, hmmmm tambah gemmmeessss,, tapi nggak jarang juga tingkahnya yang bikin aku keluar tanduknya. Hahaha…

Yeayy besok pagi, emm tepatnya besok sore,, tanggal 20-12-2020 Orel ulang tahuun yang ke-3. Selamat ulang tahun cenill,, orel tak ewel ewel, ping ping ho,, duh nama panggilan kesayangannya banyak yaaa.. Semoga jadi anak yang dengan sukacita mengamalkan Dasa Dharma Pramuka, selalu bernasib mujur, dannnn hmmm kalau disuruh mamah beli cabe di warung jangan manyun ya!

Mamah & Papah love you 😘

Comments

Popular posts from this blog

Cara Edit Kesalahan Input Data di Aplikasi Pengelola Keuangan 1Money

Wuuw judulnya panjang. Kemarin aku sudah mendongeng tentang 1Money si aplikasi pengelola keuangan keluarga, pribadi, kantor, whatever , di sini dan di sono (silakan klik). Sekaraaang aku mau ngobrolin gimana solusinya kalau ada yang salah tulis/ salah input data dan mau merevisinya. Berikut caranya: Sebelumnya siapin secangkir kopi nikmat dulu..  ☕ Contoh kasus: Pada suatu waktu aku inget kemarin tanggal 21 Juli 2022 ada kesalahan saat input nominal uang di salah satu kategori "restaurant" maka aku buka dulu aplikasi  1Money pada tanggal 21 Juli 2022 . Diseruput dulu kopinya gaes. 😋 Perhatikan gambar di atas! Setelah buka aplikasinya, geser ke tanggal yg ada salahnya tadi, lalu klik pada yang aku lingkari itu. Setelah diklik, lalu pilih kategori mana yang salah, di kasusku itu pada kategori "restaurant" dan akan terlihat penampakan seperti di bawah ini: Kalau misalkan salah tanggal yang seharusnya di tanggal 20 Juli, tinggal dihapus aja, klik pada gambar tempat

BULLET JOURNAL

INTRO Aku sangat suka menulis tangan. Menulis manual dengan menggerakkan pulpen ke kertas, menuangkan segala ide dari otak ke tulisan, bagaikan terapi jiwa bagiku. Cailaaa bahasanya.. Tapi emang bener kok. Dari SD sampe SMP aku suka nulis diary tentang keseharianku. Bahkan aku pernah nulis novel untuk mencurahkan khayalanku. Saking asyiknya nulis, sampai tangan ini gerak sendiri, nggak mikir, mengalir begitu saja.  Seiring bertambahnya usia, di mana kegiatan semakin banyak, berbagai macam to-do-list yang mengantri untuk dicoret, semakin semrawut pula pikiran mana dulu yang harus dikerjakan, dan makin random pula isi kepala berseliweran dan ujung-ujungnya jadi stress dan tidur aja deeeh... Maka. Dari nulis diary aku beralih ke suatu metode menulis yang unik, yaitu Bullet Journal . He'em jurnal peluru. Apakah bentuknya seperti peluru? Mari kita bahas. DEFINISI Bullet Journal atau yang biasa disingkat "bujo" pertama kali ditemukan oleh Ryder Carrol.  Ryder Carrol  tin

Cara Tutup Kas Bulanan 1Money

Hai hai hai... Kemarin aku udah bikin tulisan tentang mengatur pengeluaran dengan 1Money . Sekarang aku mau bahas gimana caranya tutup kas bulanan pake  1Money.  Contohnya begini...  Sekarang akhir bulan Juli dan besok pagi sudah tanggal 1 Agustus. Maka besok tanggal 1 Agustus itu kita bikin lembaran baru. Mulai lagi dari awal seperti bulan lalu. Memasukkan berapa budget- nya lagi, dan untuk semua kategori pengeluaran harus dipastikan 0 rupiah ya.  Cara meng-Nol-kan sisa-sisa uang (baik surplus atau defisit) di 1Money : 1. Surplus  Misal uangnya sisa nih, artinya pengeluaran kita tidak melebihi budget yang ditentukan. Cara tutup kasnya (biar 1Money 0) adalah..... Abaikan tanggalnya, pura-puranya tanggal 31 Juli Contohnya di atas itu, misal masih sisa uang 100 ribu. Di situ aku bikin kategori " save " jadi aku klik " save " dan masukkan 100.000. Otomatis jadi 0 rupiah deh sisa uangnya, seperti gambar di bawah ini. 2. Defisit Bagaimana jika pengeluaran lebih besar d